Cosmas Batubara dikenal sebagai aktivis, politisi, menteri, dan industrialis.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting pada masa transisi politik Orde Lama ke Orde Baru, serta menjadi menteri yang menjabat selama 15 tahun di bawah pemerintahan Presiden Soeharto.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Cosmas Batubara lahir di Purbasaribu, Simalungun, Sumatera Utara. Di masa mudanya, ia sempat menempuh pendidikan di Sekolah Guru Bawah (SGB) di kampung halamannya sebelum merantau ke Jakarta untuk melanjutkan ke Sekolah Guru Atas (SGA). Sambil belajar, ia juga sempat bekerja sebagai guru.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI).
Di usia senjanya, Cosmas tetap mengutamakan pendidikan dengan menyelesaikan program Pascasarjana di FISIP UI dan meraih gelar Doktor pada tahun 2002 di usia 64 tahun.
Kiprah sebagai Aktivis Mahasiswa (Angkatan ’66)
Nama Cosmas Batubara mulai dikenal luas secara nasional melalui pergerakan mahasiswa. Ia merupakan salah satu pelopor Gerakan Mahasiswa Angkatan ’66 yang menuntut perubahan politik. Beberapa peran pentingnya saat mahasiswa antara lain:
* Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) pada tahun 1963.
* Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Pusat yang didirikan pada Oktober 1965.
Sebagai ketua rombongan mahasiswa yang menyampaikan petisi Tritura (Tri Tuntutan Rakyat), Cosmas dan beberapa aktivis lainnya sempat diundang ke Istana Merdeka pada Januari 1966 dan langsung menghadapi kemarahan Presiden Sukarno karena aksi demonstrasi mahasiswa yang terus menuntut pembubaran PKI.
Karier Politik dan Jabatan Menteri
Setelah peralihan kekuasaan ke era Orde Baru, Cosmas memutuskan terjun ke dunia politik praktis.
Ia mengawali kariernya di parlemen sebagai anggota DPR Gotong Royong mewakili golongan mahasiswa, pada tanggal 1 Januari 1967, bersama beberapa wakil mahasiswa lainnya seperti Fahmi Idris, Mar’ie Muhamad, Soegeng Sarjadi, dan Lim Bian Khoen.
Cosmas kembali terpilih sebagai anggota Dewan pada Pemilu 1971 dan 1977 lewat Golkar (Fraksi Karya Pembangunan) dan menjabat di DPR pada periode 1967–1978.
Selama menjadi anggota DPR dan anggota Golkar, ia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI). Cosmas turut membesarkan Golkar selama rezim Orde Baru.
Karena kemampuannya yang diakui oleh Presiden Soeharto, ia kemudian dipercaya masuk ke dalam kabinet dan menjabat sebagai menteri di beberapa pos penting:
* Menteri Muda Urusan Perumahan Rakyat (1978–1983)
* Menteri Negara Perumahan Rakyat (1983–1988)
* Menteri Tenaga Kerja (1988–1993)
Selama menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat, Cosmas menjadi pionir program Rumah Susun (Rusun) dan kota satelit (Perumnas) di Indonesia. Ia memotori lahirnya Undang-Undang Rumah Susun sebagai solusi atas keterbatasan lahan dan kawasan kumuh di perkotaan.
Karier Profesional dan Akademis Pasca-Menteri
Setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri, Cosmas beralih ke dunia korporasi dan pendidikan. Ia dipercaya memegang posisi penting di berbagai perusahaan besar, seperti:
* Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)
* Komisaris Utama PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)
* Komisaris PT Intiland Development Tbk (DILD)
Di bidang akademis, pada tahun 2014 ia ditunjuk sebagai Rektor Podomoro University menggantikan Rhenald Kasali, selain aktif sebagai dewan penyantun di beberapa universitas lain seperti Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Ia juga menjadi orang Indonesia pertama menjadi presiden konferensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada tahun 1991.
Kehidupan Pribadi dan Akhir Hayat
Cosmas Batubara menikah dengan R.A. Cypriana Hadiwijono dan dikaruniai empat orang anak (dua putra dan dua putri). Perjalanan hidup dan pemikiran politiknya dibukukan dalam sebuah otobiografi berjudul “Cosmas Batubara: Sebuah Otobiografi Politik” yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas pada tahun 2007.
Cosmas Batubara meninggal dunia pada tanggal 8 Agustus 2019 di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, pada usia 80 tahun setelah berjuang melawan kanker limfoma. Atas jasa-jasanya kepada negara, ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Penghargaan
Dalam Negeri
Indonesia : Bintang Mahaputera Adipradana (17 Agustus 1982)
Luar Negeri
Korea Selatan : Heungin Medal of the Order of Diplomatic Service Merit
Buku:
Otobiografi politik, “Cosmas Batubara: Sebuah Otobiografi Politik”, terbitan Penerbit Buku Kompas, Maret 2007.
Riwayat:
Lahir: 19 September 1938
Meninggal: 8 Agustus 2019, Jakarta
Istri : R.A. Cypriana Hadiwijono
Anak : 2 putra dan 2 putri